Gennaro Gattuso : Jika Saya Di Posisi Buffon, Saya Bisa Lebih Sadis Dibandingkannya !
Milan - Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso, mengaku bisa memberi reaksi yang lebih murka dan gila ketimbang kapten Juventus, Gianluigi Buffon.
Seperti diketahui tengah pekan lalu Buffon mendapat kartu merah usai memprotes keras wasit pemimpin duel kontra Real Madrid, Michael Oliver, atas penalti penuh perdebatan di menit pamungkas.
Penalti yang akhirnya memupus mimpi Juve untuk lolos, karena hanya menang 3-1 di Santiago Bernabeu usai sebelumnya takluk 3-0 di J Stadium. Usai laga Buffon pun menyebut Oliver memiliki hati bagai binatang dan tak pantas jadi wasit.
Gattuso yang semasa bermain dikenal sebagai sosok emosional dan brutal, lantas mengaku hal yang lebih buruk bisa dilakukan pada Oliver jika dirinya ada di situasi Buffon.
"Terus terang, saya adalah orang terakhir yang bisa berbicara mengenai bagaimana reaksi lainnya," ujar Gattuso dalam konferensi pers jelang laga.
"Saya bisa melakukan yang lebih buruk dari itu, karena saat pembuluh darah anda terhenti, anda tak tahu apa yang terjadi. Saya hampir menyundul Joe Jordan, saya ke bangku penonton untuk menghina Leonardo, saya tak bisa berbicara," lanjutnya.
"Saya orang yang sangat kompetitif bahkan jika harus mengalahkan ayah saya dalam suatu pertandingan. Saya sebenarnya tidak pernah bangga dengan sikap itu. Apalagi ketika melihat aksi brutal saya di masa lalu.
"Anak saya bisa melihatnya, itu ada di internet. Saya tak bisa bangga, karena itu seperti kembaran saya dalam bentuk jahat. Saya begitu ketika sudah ada di atas lapangan bahkan mungkin hingga kini.
"Bagaimanapun hasil yang didapat Juve sungguh sulit diterima. Laga yang hebat, tapi berakhir memalukan karena satu keputusan kontroversial. Apa yang diperlihatkan I Bianconeri, membuat saya semakin bangga dengan sepakbola Italia," tandasnya.
Meskipun kejadian tersebut mencoreng karir gemilang Buffon, namun bagi Gattuso, penjaga gawang tersebut tetap menjadi pemain juara. Dia pun yakin bahwa Buffon akan segera mengucapkan permintaan maafnya.
"Gigi selalu menjadi rekan tim yang baik dan pemain juara yang hebat. Bila dia merasa siap, saya pikir dia akan meminta maaf. Saya merasa sedih kepada Juventus, tapi bangga dengan sepakbola Italia," tandasnya.
Buffon pun bukan satu-satunya pemain yang mendapatkan kartu merah di penghujung karirnya sebagai pemain. Mantan bintang Madrid, Zinedine Zidane, juga mendapatkan kartu merah di penghujung karirnya saat membela Prancis di final Piala Dunia 2006 yang lalu.
Seperti diketahui tengah pekan lalu Buffon mendapat kartu merah usai memprotes keras wasit pemimpin duel kontra Real Madrid, Michael Oliver, atas penalti penuh perdebatan di menit pamungkas.
Penalti yang akhirnya memupus mimpi Juve untuk lolos, karena hanya menang 3-1 di Santiago Bernabeu usai sebelumnya takluk 3-0 di J Stadium. Usai laga Buffon pun menyebut Oliver memiliki hati bagai binatang dan tak pantas jadi wasit.
Gattuso yang semasa bermain dikenal sebagai sosok emosional dan brutal, lantas mengaku hal yang lebih buruk bisa dilakukan pada Oliver jika dirinya ada di situasi Buffon.
"Terus terang, saya adalah orang terakhir yang bisa berbicara mengenai bagaimana reaksi lainnya," ujar Gattuso dalam konferensi pers jelang laga.
"Saya bisa melakukan yang lebih buruk dari itu, karena saat pembuluh darah anda terhenti, anda tak tahu apa yang terjadi. Saya hampir menyundul Joe Jordan, saya ke bangku penonton untuk menghina Leonardo, saya tak bisa berbicara," lanjutnya.
"Saya orang yang sangat kompetitif bahkan jika harus mengalahkan ayah saya dalam suatu pertandingan. Saya sebenarnya tidak pernah bangga dengan sikap itu. Apalagi ketika melihat aksi brutal saya di masa lalu.
"Anak saya bisa melihatnya, itu ada di internet. Saya tak bisa bangga, karena itu seperti kembaran saya dalam bentuk jahat. Saya begitu ketika sudah ada di atas lapangan bahkan mungkin hingga kini.
"Bagaimanapun hasil yang didapat Juve sungguh sulit diterima. Laga yang hebat, tapi berakhir memalukan karena satu keputusan kontroversial. Apa yang diperlihatkan I Bianconeri, membuat saya semakin bangga dengan sepakbola Italia," tandasnya.
Meskipun kejadian tersebut mencoreng karir gemilang Buffon, namun bagi Gattuso, penjaga gawang tersebut tetap menjadi pemain juara. Dia pun yakin bahwa Buffon akan segera mengucapkan permintaan maafnya.
"Gigi selalu menjadi rekan tim yang baik dan pemain juara yang hebat. Bila dia merasa siap, saya pikir dia akan meminta maaf. Saya merasa sedih kepada Juventus, tapi bangga dengan sepakbola Italia," tandasnya.
Buffon pun bukan satu-satunya pemain yang mendapatkan kartu merah di penghujung karirnya sebagai pemain. Mantan bintang Madrid, Zinedine Zidane, juga mendapatkan kartu merah di penghujung karirnya saat membela Prancis di final Piala Dunia 2006 yang lalu.


Post a Comment