Buffon : Wasit Tersebut Tidak Punya Hati, Melainkan Tempat Sampah !
Madrid - Gianluigi Buffon sangat marah dengan kinerja wasit Michael Oliver dalam pertandingan melawan Real Madrid. Buffon marah karena Oliver menghadiahkan penalti kepada Madrid pada menit terakhir pertandingan, saat skor agregat masih imbang. Penalti diberikan karena Benatia dinilai melanggar Lucas Vazquez.
Selain diganjar penalti, Buffon juga dikartu merah karena melakukan protes berlebihan. Ia kecewa berat karena pada leg pertama lalu, Cuadrado dijatuhkan di kotak penalti tapi wasit tidak mengindikasikan ada pelanggaran.
Buffon tidak menyesali luapan amarah yang membuatnya diusir dari lapangan, justru mengecam habis keputusan wasit asal Inggris itu dan menyebut sang pengadil tak punya hati.
"Wasit berkualitas tidak menghancurkan mimpi sebuah tim yang telah mengerahkan segalanya di lapangan selama 90 menit. Dia ingin memainkan peran protagonis," kata kiper legendaris Italia itu kepada Mediaset Premium.
"Seorang manusia tidak bisa meniup peluit untuk insiden yang amat meragukan dalam pertandingan seperti itu. Jelas yang ada di dalam dadanya adalah tempat sampah, bukan hati."
"Kalau Anda tidak memiliki karakter, sebaiknya Anda menonton di tribun saja sambil memakan keripik dengan keluarga Anda. Wasit ini tidak memiliki keberanian atau karakter yang dibutuhkan untuk level ini."
"Saya bisa mengatakan apa saja kepada wasit pada momen tersebut, tapi dia harus memahami besarnya bencana yang dibuatnya. Jika Anda tak bisa menangani tekanan dan memiliki keberanian untuk membuat keputusan, sebaiknya Anda duduk saja di tribun dan makan keripik."
"Persoalan ini adalah tentang sensitivitas yang harus dimiliki semua orang, baik dia menengahi laga ataupun tidak. Ini artinya Anda tidak tahu siapa diri Anda, tim mana yang bermain. Intinya, ini berarti Anda tidak tahu apa-apa."
Selain diganjar penalti, Buffon juga dikartu merah karena melakukan protes berlebihan. Ia kecewa berat karena pada leg pertama lalu, Cuadrado dijatuhkan di kotak penalti tapi wasit tidak mengindikasikan ada pelanggaran.
Buffon tidak menyesali luapan amarah yang membuatnya diusir dari lapangan, justru mengecam habis keputusan wasit asal Inggris itu dan menyebut sang pengadil tak punya hati.
"Wasit berkualitas tidak menghancurkan mimpi sebuah tim yang telah mengerahkan segalanya di lapangan selama 90 menit. Dia ingin memainkan peran protagonis," kata kiper legendaris Italia itu kepada Mediaset Premium.
"Seorang manusia tidak bisa meniup peluit untuk insiden yang amat meragukan dalam pertandingan seperti itu. Jelas yang ada di dalam dadanya adalah tempat sampah, bukan hati."
"Kalau Anda tidak memiliki karakter, sebaiknya Anda menonton di tribun saja sambil memakan keripik dengan keluarga Anda. Wasit ini tidak memiliki keberanian atau karakter yang dibutuhkan untuk level ini."
"Saya bisa mengatakan apa saja kepada wasit pada momen tersebut, tapi dia harus memahami besarnya bencana yang dibuatnya. Jika Anda tak bisa menangani tekanan dan memiliki keberanian untuk membuat keputusan, sebaiknya Anda duduk saja di tribun dan makan keripik."
"Persoalan ini adalah tentang sensitivitas yang harus dimiliki semua orang, baik dia menengahi laga ataupun tidak. Ini artinya Anda tidak tahu siapa diri Anda, tim mana yang bermain. Intinya, ini berarti Anda tidak tahu apa-apa."


Post a Comment